Sabtu, 06 April 2013

(unknown title) - part 3

Diposting oleh 28 di 06.13

***

Bo young memilin jemarinya dengan gugup diatas paha. Akhirnya hari ini tiba. Hari dimana kebolehannya dalam berakting akan ditunjukkan. Hari casting yang selama ini menghantui pikiran Bo young siang dan malam, hari yang mengerikan.

Dan parahnya, meski telah melalui beragam latihan, ia sama sekali tidak merasa siap.

Bo young memejamkan mata dan berdoa, Tuhan... tolong, minimal, saat didepan Sutradara Shin, ia tak akan melakukan hal-hal yang memalukan.
Drrrt, drrrt, drrrt,
Bo young hampir melempar ponsel digenggamannya saat benda itu tiba-tiba bergetar hebat, Manajer Han menelepon.

"Kenapa lama sekali di toiletnya? cepatlah!" cerocosnya langsung ketika Bo young baru menekan tombol hijau.

"Iya... eonni, aku perlu satu menit lagi, tunggu ya." Bo young mematikan sambungan telepon. Butuh 3 kali tarikan napas untuk membuatnya bangkit dari toilet yang sedari tadi ia duduki. baiklah, Bo young, jangan lari! fighting! batinnya sambil mengepalkan tangan.

Bo young membuka pintu toilet dan langsung merapikan penampilannya di cermin. Ia mengenakan atasan putih berbahan chiffon dengan kerah rebah berbentuk bulat, yang dimasukkan kedalam rok berlipit-lipit motif kotak-kotak yang panjangnya sedikit diatas lutut. Rambut ikal hitamnya yang biasa memakai wig saat didepan kamera, pertama kalinya diurai. Poninya disisir lurus kedepan. Sementara kakinya dibalut sepatu hak salem berpita yang imut sekali. Sederhana, tapi cantik. Nanti ia harus berterimakasih pada penata rias dan stylishnya karena telah membuatnya secantik itu.

"Baiklah! Park Bo young! Kau bisa, kau pasti bisa! Fighting!" ujarnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin.
Dengan tekad bulat, Bo young melangkah keluar dari toilet production house itu dan segera menuju ke ruangan dimana Manajer Han dan beberapa orang lainnya menunggu.

*

Joong ki baru saja datang ke production house Star-A saat Sutradara Shin mengirimnya pesan singkat berisi perintah yang menyuruhnya untuk segera menampakkan diri. Joong ki mendesah, ia telat 10 menit karena lupa menaruh kunci mobilnya. Tidak profesional sekali.

"Joong ki! Darimana saja?" tanya Sutradara Shin saat Joong ki memasuki ruangannya yang selalu berantakan.

"Ah, maaf, hyung, tadi ada hal yang perlu aku urus." 

"Yang lain sudah menunggu, ayo."

Joong ki bersama dengan sutradara Shin bergegas menuju ke ruang casting. Disana semua staff sudah berkumpul dan bersiap-siap. Kim Su-Jin, seorang pria kurus setengah baya yang menjadi casting director film-pun sudah duduk tenang di kursinya sambil menyesap kopi. 

"Hyung." sapa Joong ki sambil duduk di kursi sampingnya.

"Aigoo, Joong ki! Apa kabar?" tanya Su- jin ceria. 

"Aku baik-baik saja, kau?"

"Aku sedang pening sekali, kau tahu, Lee Hyori dan Anna Jo ikut casting film ini! Bagaimana aku harus memilih salah satu dari mereka... dua-duanya bagus."

Joong ki menaikkan sebelah alisnya, "Hanya mereka berdua yang ikut casting?"

"Tentu saja tidak, dasar bodoh! Masih ada 10 orang lagi yang diundang Sutradara Shin, tapi menurutku mereka 2 kandidat yang kuat. Kenapa Sutradara Shin tidak memilih satu diantara mereka saja ya? malah repot-repot casting begini."

Joong ki hanya mengangkat bahu. Setelah beberapa menit bercakap-cakap dengan Su-jin, seorang staf perempuan menyodorkan dokumen data orang-orang yang akan mengikuti casting. Joong ki mengambil map dokumen itu dan membukanya lembar demi lembar. Ada beberapa artis yang ia kenal, tapi banyak pula artis pendatang baru yang tak pernah Joong ki lihat.

Joong ki hampir menutup mapnya saat mencapai lembar biodata terakhir, tapi tak jadi. Matanya memicing, lalu melebar. Kedua alisnya terangkat. Mana mungkin... batinnya. 

"Ah, dia." Sutradara Shin mengambil tempat duduk disamping Joong ki, ia ikut menatap sosok foto perempuan di map itu. "Dia bukan aktris, dia model majalah anak-anak. Tapi aku melihat potensi di dirinya. Jangan meremehkan dia dulu ya?" 

"Model? dia model katamu?"

"Ya. Namanya... " Sutradara Shin mengintip ke dokumen ditangan Joong ki. "...Park Bo young, dari agensi, entah apa namanya, aku lupa. Nah, ayo kita mulai panggil yang pertama!" seru Sutradara Shin sambil bertepuk tangan.

Joong ki masih menatap foto setengah badan Bo young yang sedang tersenyum. Tidak salah lagi. Ini Park Bo young yang sering ia temui malam hari di minimarket. Kening Joong ki berkerut, ia cukup lama memandang foto Bo young untuk memastikan penglihatannya. Matanya menyipit lama. Tapi ya. Itu Park Bo young yang itu. Yang seminggu lalu ia antar pulang. 

Joong ki berusaha bersikap profesional saat seorang aktris cantik berambut lurus sebahu memasuki ruangan. Dengan enggan ia mengganti lembar biodata Bo young dengan lembar biodata gadis itu. Pikirannya sulit sekali untuk fokus sementara casting berlangsung.

Satu orang... dua orang... tiga orang...
Waktu terasa begitu lama. Ia ingin giliran Bo young cepat tiba untuk memastikan kalau gadis itu memang benar Bo young yang itu. Tiba-tiba seulas senyum terukir di bibir Joong ki, kalau Bo young yang ini memang dia, pasti akan menarik sekali...

*

Bo young duduk di kursi tunggu dengan jantung berdegup kencang dan tangan gemetaran. Casting sudah dimulai. Di sekelilingnya terdapat banyak aktris terkenal yang sering ia lihat di tv. Semuanya cantik dan bersinar, memancarkan aura bintang yang menyilaukan. Mereka saling berbincang akrab, sementara Bo young, sejak tadi ia hanya diam, duduk di pojokan sambil menunduk. Ia benar-benar bukan apa-apa dan tak punya nyali.

"Apa? Song Joong ki Oppa juga datang?" ujar seorang aktris yang sedang ditata rambutnya. "Kau tak bercanda?"

Bo young yang mendengar percakapan itu mengangkat kepalanya, aktris itu Han Yu Ri. Ia berbicara dengan model terkenal Karen. Bo young sering melihat mereka berdua di majalah.

"Iya! Aku sempat lihat Oppa tadi, dan waktu aku tanya pada salah satu staff, katanya Oppa ikut andil memilih siapa yang akan jadi lawan mainnya." jawab Karen.

"Kalau begitu aku tak bisa setengah-setengah! Sejak dulu aku ingin sekali main film bareng Joong ki Oppa, Kyaaang~"

Karen mendecak, "Lupakanlah, selama Anna Jo mengikuti casting film ini, kau tak punya kesempatan."

Sementara itu, Alis Bo young berkerut, Song Joong ki? Ia buru-buru merogoh ponsel di tasnya dan mengirim pesan pada Manajer Han.

To : Manajer Han
Eonni, Apa Song Joong ki akan main di film Sutradara Shin juga?

10 detik kemudian balasan datang.

From : Manajer Han
Ya! Karena itu semangat laaaah! ^^

Bibir Bo young perlahan menganga. Apa?! Kenapa aku baru tahu?!

To : Manajer Han
Kenapa eonni tak pernah bilang sebe...

"Park Bo young? Park Bo young-ssi?"

Bo young tersentak saat mendengar namanya dipanggil, ponselnya hampir terlempar dari genggamannya. Tanpa mengirim pesannya, ia segera menaruh ponselnya kedalam tas dan berdiri. "A-aku." suaranya terdengar seperti kambing yang tercekik.

"Ah, ayo masuk. Sekarang giliran Anda."

Bo young mengangguk dan berjalan melintasi ruangan. Ia membungkukkan kepala kepada setiap artis yang bertatapan dengannya. Baiklah... baiklah... tenang! Park Bo young, dengar, kau harus tenang! batin Bo young, saat itu ia hampir saja tersandung karpet.

Bo young memejamkan mata dan mengembuskan napas panjang sebelum memasuki ruang casting. Wajahnya, tubuhnya, semua dalam dirinya mendadak sekaku robot. Bahkan seulas senyumpun tak dapat ia sunggingkan. Bo young berhenti ditengah ruangan. Matanya menatap satu persatu orang yang duduk dan berdiri dihadapannya, kemudian tatapannya beradu lama dengan seseorang yang begitu dielu-elukan setiap gadis... Song Joong ki. 

*

Ternyata memang Bo young yang ia kenal!
Joong ki menatap lama Bo young yang berdiri di tengah ruangan. Rambut gadis itu tidak lagi berantakan dan diikat, melainkan diurai dan disisir rapi, bajunya juga bukan lagi celana jeans dan sweater kebesaran seperti saat ia menjaga minimarket. Tapi gadis itu tetap Park Bo young. Bo young ini terlihat sangat cantik dan... sinis. Joong ki mengangkat alisnya, wajah Bo young kaku dan datar seperti papan. Kemana senyumnya?

"Baiklah, baiklah, perkenalkan dirimu." kata Sutradara Shin, memecah keheningan.

"Annyeong ha-haseyo..." Bo young membungkukkan badan. "Namaku, Park Bo young, 23 tahun. Aku dari agensi Bright."

Joong ki dapat mendengar gemetar di suara Bo young. Kemudian matanya juga menangkap gemetar di kedua tangan Bo young yang sedang meremasi roknya. Ia lantas menyeringai.

"Apa kau gugup Bo young?" tanya Sutradara Shin, persis seperti apa yang akan ditanyakan Joong ki.

"A-ah... ya... sedikit... maksudku, ini pertama kali aku ikut casting, jadi..."

"Aku mengerti." kata Sutradara Shin. "Jadi, Bo young, binatang apa saja yang kau suka?"

"Apa?" Mata Bo young melebar.

"Jawablah."

"Ah... aku... aku suka kucing, kelinci, tapi aku takut anjing." jawab Bo young.

"Benarkah? kenapa?"

"Gigi mereka...  tajam."

Sontak Sutradara Shin tertawa, meski tak yakin apa yang lucu, semua staff juga ikut tersenyum, termasuk Bo young, "Kau benar! Gigi mereka memang tajam."

Bo young mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Rasa gugupnya sedikit terlupakan. "Di kampungku pernah ada seekor anjing liar yang suka menggigit, ayahku pernah digigit kakinya hingga berdarah banyak, untungnya beliau tak apa."

"Benarkah? kau berasal dari mana memang?" tanya Sutradara Shin.

"Aku..." Bo young sekilas menatap Joong ki. "...berasal dari Daejeon,"

"Ooooh Daejeon, kota wisata itu ya? lumayan dekat ya."

"Ya, kalau ajeossi?"

Semuanya sama-sama melihat kearah Sutradara Shin dan menunggu reaksinya. Gorila bertopi itu tampak tenang meski gadis dihadapannya memanggilnya 'ajeossi' dengan ringan. Gaya duduknya yang semula santai bersandar ke kursi sekarang tegap dan antusias. 

"Aku asli dari Seoul."

"Begitu..."

"Nah, Bo young, tentu kau bisa berakting kan? aku ingin tahu kebisaanmu yang lain, apa kau bisa bernyanyi?"

Hati Bo young terasa ditohok bambu saat mendengar kepercayaan Sutradara Shin pada kemampuan aktingnya. Apa ia mesti mengakui kepayahannya? Ah, tidak, tidak. lebih baik jangan ungkit hal itu. "Ah... menyanyi? ya... sedikit bisa..."

"Benarkah? Apa kau bisa main piano?"

"Aku pernah jadi keyboardist band saat SMA."

"Woah, tunjukkan padaku, kalau begitu! Dong Woo! Bawakan keyboard portablenya!" seru sutradara Shin. Staff yang bernama Dong Woo itu segera mengambil keyboard entah dimana. Bo young hanya mengerjap-ngerjap seperti orang bodoh di tengah ruangan sambil menatap para staff menempatkan keyboard dan kursi dihadapannya, tak sampai 3 menit, sebuah keyboard putih, lengkap dengan tempat duduk sudah siap dimainkan didepan Bo young.
"Ayo, Bo young, mainkan." 

Bo young menelan ludah, ia sama sekali tak pernah berlatih keyboard 2 tahun terakhir ini. Apa ia masih bisa memainkannya? Bo young duduk di depan keyboard dan menekan tuts-tutsnya. Saat ia mengangkat kepala, semua orang sedang menunggunya dengan antusias, Ia kembali bertatapan dengan Song Joong ki, lelaki itu tersenyum padanya...

"A-aku..." Bo young mengalihkan pandangannya pada tuts keyboard. "...akan memainkan sedikit lagu..."

Ia mulai memainkan intro lagu Byul - I Think I Love You, yang merupakan OST dari drama favoritnya, Full House. Dulu ia mati-matian belajar keyboard untuk bisa memainkan lagu ini. Tangannya gemetaran karena gugup. Tidak... aku harus fokus... Bo young memejamkan mata dan mulai membuka mulutnya,

Kurulri eubdako anilkkurako midujyo, hmm
Naeka gudael sarang-handan ilmaldo andwejyo, hmm
Gwaenhan jiltu-ilkkurako naeka wiro-unka-bodako
Jashinul sokyeo-bwajiman ijeh deunun nan kamchul-suka eubnun-gulyo

I Think I love you, keurun-gabwayo
Cause I miss you, gudaeman eubsumyun
Nan amukeuto moh-hako jakku-saenggak-nako
Irun-geul bomyun amuraedo
I'm falling for you, nan mollah-jiman
Now I need you eonusaenka nae mam kipun -koseh aju
Kugeh jaripan gudaeui mosubeul ijen bowayo~ hmm


Bo young berhenti memainkan keyboard dan mengangkat kelopak matanya, semua orang sedang memerhatikannya, terbuai. Sutradara Shin tersenyum dan bertepuk tangan, "Bagus sekali!"

Bo young merasa lega setelah mendengar pujian itu, ia tersenyum lebar, ternyata Sutradara Shin tidak segarang yang ia bayangkan, beliau sangat baik. "Terima kasih!"

Semua staff mulai ikut bertepuk tangan.

"Joong ki, bagaimana menurutmu?"

Bo young sontak menatap Joong ki dengan was-was.

"Bagus sekali." komentar Joong ki sambil memberikan senyuman dan kerlingan maut pada Bo young.

Itu pujian untukku?Cih, Bo young dengan terpaksa tersenyum dan membungkukkan badannya pada lelaki itu, "Terima kasih, Song Joong ki Oppa."

"Hasil casting ini akan kuumumkan nanti pada agensimu." ujar Sutradara Shin. "Terima kasih untuk hari ini ya."

"Aigoo, Shin, kita harus melihat kemampuannya dalam berakting dulu." protes Kim Su-jin tiba-tiba. "Mana bisa hanya dengan menanyakan binatang kesukaannya dan menyuruhnya bernyanyi?"

"Ah, benarkah?" Sutradara Shin mengangkat bahunya. "Lakukan sesukamu, kalau begitu."

"Baiklah, nona muda, aku ingin kau memerankan peran seorang gadis yang ceria namun kesepian, dalam versimu sendiri." perintah Su-jin dalam satu tarikan napas.

Bo young menelan ludahnya, apa? gadis ceria namun kesepian versiku? aduh... aku harus bagaimana?

"Ah, Joong ki! coba kau jadi lawan mainnya, ciptakan drama kecil-kecilan untuk menghibur kami."

Kini, Jantung Bo young berdetak 10 kali lebih cepat. Matanya membulat sempurna. Joong ki dengan senang hati bangkit dari duduknya dan menghampiri Bo young yang gugup setengah mati.

"Bo young-ssi?"

Bo young menelan ludah dan menarik napas panjang. Ia memejamkan matanya, Lakukan apa saja. batinnya, apapun. Bo young membuka mata dan bertatapan dengan Joong ki. Mata sipit lelaki itu bening dan berkilat-kilat geli, bibirnya mengulum senyum. Bo young langsung memicing, apa? dia sedang menertawaiku ya? Apa maksudnya? 

"Action!" ujar Su-jin yang sudah tak sabar. Seruannya sontak menghidupkan tombol 'on' pada Bo young.

"Oppa!" kata Bo young, wajahnya langsung secerah matahari. "Saljunya menumpuk diluar, ayo kita main!"

"Apa?" Joong ki langsung memasang wajah tak peduli.

"Oppa, ayolaaah, aku sudah lama ingin main salju! Kita harus buat orang-orangan yang besaaaar sekali!" Bo young berputar dengan tangan terlentang. "Ayo!"

"Kau pikir umurmu berapa? main saja sendiri sana!"

"Haist, Oppa..." Bo young meraih lengan Joong ki. "Ayo..."

"Aku punya banyak hal lebih penting untuk dilakukan, kau tahu."

"Apa itu?"

"Tidur."

"Oppa..." Bo young menggoyang-goyangkan lengan Joong ki, merajuk.

"Ah, diamlah." Dengan agak kasar Joong ki menarik lengannya.

Bo young terdiam, ia kemudian tersenyum, "Baiklah, baiklah. Tidur yang nyenyak ya? kalau kau membutuhkan ku, aku... aku ada diluar!" serunya saat Joong ki beranjak pergi. Ia memerhatikan punggung Joong ki dan menghela napas, tersenyum, namun matanya menyorotkan kekecewaan dan kesedihan.

"Cut!" kata Sutradara Shin.

"Lumayan." komentar Su-jin.

"Terima kasih," ujar Bo young. Joong ki menghampirinya dan mengajaknya berjabat tangan, mau tak mau Bo young meraihnya sambil tersenyum, "Te...terima kasih."

"Sama-sama," jawab Joong ki. Bo young menahan bibirnya yang hampir mengerucut saat melihat tatapan Joong ki yang seolah menganggapnya lelucon. Memangnya aktingnya begitu memalukan ya? Huh!

"Baiklah, kau selesai, terima kasih." kata Sutradara Shin

Bo young membungkukkan badannya dalam-dalam, "Justru aku yang berterima kasih, terima kasih banyak." katanya sambil tersenyum tulus, menampakkan deretan giginya yang putih. Semua orang didalam ruangan seketika merasa terpesona dengan senyumnya. Joong ki memerhatikan Bo young yang keluar dari ruangan sambil terus membungkukkan badan.

Joong ki menyeringai, Park Bo young... gadis itu benar-benar menarik.

*

"Apa? hanya begitu saja?" tanya Manajer Han setelah mendengar ringkasan cerita casting anak asuhnya.

Bo young menggenggam ponselnya lebih erat dan mengangguk, "Begitulah Eonni..."

Manajer Han terdiam sebentar, kemudian berkata dengan lebih ceria,"Ya sudah, tak apa. yang penting kau telah berusaha! Sekarang pulang dan istirahatlah! Kau dimana? di bis?"

"Ya, sebentar lagi aku turun."

"Oke, nanti malam aku akan bawa banyak makanan ke apartemenmu! kita pesta berdua~ casting hari ini jangan terlalu kau pikirkan! Yang penting kau sudah mencoba, oke? Haiist, Lagipula saingan-sainganmu memang berat... "

Bo young tersenyum, "Tenang saja, eonni. Ah, malam ini aku ada kerja sambilan di minimarket, jadi mungkin pestanya lain kali saja ya?"

"Apa? Kau belum berhenti dari minimarket itu? Aduuuh, Bo young, kalau terus bekerja kau bisa mati kelelahan! Pikirkan tubuhmu, kau itu model, kau tahu."

"Iya... mau bagaimana lagi..." kata Bo young. "Ah, eonni, besok aku akan pergi ke Daejeon, sudah 3 minggu aku tak menjenguk keluargaku disana... boleh kan?"

"Ah, jadwalmu kosong minggu ini, pergi saja, tak apa. Sampaikan salamku pada keluargamu ya?"

"Ne, kututup dulu eonni, sampai nanti."

"Sampai nanti."

Bo young menaruh ponselnya disaku tas, kemudian melamun sambil memerhatikan pemandangan langit mendung kota Seoul. Entah kenapa Bo young jadi rindu keluarganya di desa. Ladang yang luas... orang-orang yang ramah... Tiba-tiba bayangan Song Joong ki terlintas dikepalanya, ia sontak mendecak.

Song Joong ki, haaaaaah! dia, sejak dulu tak pernah berubah! Menyebalkan.


*



0 komentar:

Posting Komentar

 

Clover's Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos